Setyo Bagus Blog
Wednesday, August 8, 2018
Saturday, August 4, 2018
Tugas 1 ECP Memuji Teman
Bapak Burhan yang baik, saya kagum dengan sikap bapak kepada saya dan teman-teman sekelas. Hal itu terbukti pada saat bapak sering membantu saya dan teman-teman apabila ada kesulitan jika ada tugas atau materi kuliah. Saya yakin ke depan bapak menjadi seorang guru yang berpengaruh dan disegani oleh banyak orang.
Saturday, May 19, 2018
Sunday, October 25, 2015
Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi
Peranan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi
Oleh: Lamhot Naibaho
Saat ini peningkatan kualitas pendidikan merupakan isu yang sangat
penting di perguruan tinggi, oleh karena itu hampir semua perguruan tinggi
sedang marak-maraknya melakukan peningkatan kualitas perguruan masing-masing.
Adapun langkah yang ditempuh adalah dengan pengembangan system teknologi
informasi dan komunikasi di perguruan tinggi masing-masing.
Ada beberapa perkembangan
dalam pendayagunaan TIK dibidang pendidikan. Diantaranya adalah; (1) Transforming,
dimana TIK sebagai katalis reformasi/evolusi pendidikan untuk membangun
mahasiswa perguruan tinggi sebagai bagian dari masyarakat yang berbasis
pengetahuan. Artinya dengan kahadiran TIK di bidang pendidikan maka terjadi
perubahan yang cepat kearah yang lebih baik dalam proses pembangunan masyarakat
yang berdasarkan pada pengetahuan. (2). Integrating, dalam perkembangan ini,
mahasiwa perguruan tinggi yang berbasis pengetahuan tadi menjadi active user of ICT atau pengguna TIK
yang aktif dalam belajar untuk memperoleh pengetahuan itu. (3) Applying, dalam
perkembangan ini mahasiswa perguruan
yang masih kurang paham dalam penggunaan TIK harus berlatih atau dilatih
dalam penggunaan TIK tersebut. (4) Emerging, dalam perkemabangan ini mahasiswa
perguruan tinggi menyadari pentingnya TIK dalam pendidikan, sehingga TIK
tersebut merupakan needs dalam pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh
mereka.
Tersedianya berbagai alat dan
bentuk TIK yang semakin maju dewasa ini memudahkan perguruan tinggi memperoleh serta
menyediakan berbagai informasi secara cepat, akurat, dan mutakhir. Walaupun
tidak semuanya bermanfaat, apabila dipilih secara tepat, informasi itu dapat
dijadikan salah satu sumber dalam mempelajari fakta, konsep, dan prosedur.
Tersedianya perpustakaan elektronik on-line memungkinkan penjelajahan ke
berbagai perpustakaan di dunia dan memperoleh informasi untuk berbagai
keperluan belajar.
Dalam proses peningkatan kualitas pendidikan di tingkat perguruan
tinggi, TIK mengambil peranan yang sangat penting, karena TIK dapat
meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, TIK juga merupakan
alat transformasi yang bila digunakan secara tepat, dapat mempromosikan
pergeseran menuju lingkungan belajar yang berpusat.
Beberapa hal di bawah ini merupakan sumbangsih positif yang
diberikan oleh pengadaan TIK di perguruan tinggi dalam proses peningkatan
kualitas pendidikan. Diatanranya adalah sebagai berikut:
1.
TIK memotivasi mahasiswa untuk belajar: Perkemangan
teknologi informasi seperti televise, video, serta perangkat lunak komputer yang dapat
menggabungkan suara, teks yang penuh warna, gambar bergerak dapat digunakan untuk
menarik minat mahasiswa sehingga mahasiswa akan terlibat dalam proses
pembelajaran dan telekolaborasi. Radio interaktif juga yang menggunakan
efek suara, lagu, dramatisasi, sandiwara komik, dan konvensi kinerja lainnya
dapat menarik minat mahasiswa untuk mendengarkan dan terlibat dalam
pelajaran-pelajaran yang disampaikan. Lebih daripada jenis lainnya TIK,
komputer jaringan dengan konektivitas internet dapat meningkatkan motivasi
pelajar karena menggabungkan kekayaan media dan interaktifitas TIK lainnya
dengan kesempatan untuk berhubungan dengan orang nyata dan untuk berpartisipasi
dalam acara dunia nyata.
2.
Memfasilitasi penguasaan keterampilan dasar: Transmisi
keterampilan dasar dan konsep yang merupakan dasar keterampilan yang lebih
tinggi berpikir dan kreativitas dapat difasilitasi oleh TIK melalui latihan dan
praktek.
3.
Meningkatkan pelatihan guru: TIK telah juga telah
digunakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelatihan guru. Misalnya,
lembaga seperti Pelatihan Guru.
4.
Meningkatkan prestasi akademik mahasiswa: Seiring dengan perkembangan TIK diperguruan tinggi, mahasiswa bisa lebih
gampang dalam mengakses segala informasi yang dibutuhkan yang berkaitan dengan
apa yang sedang dipelajari. Bahkan akhir-akhir ini, telepon genggam
memiliki berbagai kemampuan sehingga dapat dipergunakan untuk memperoleh
informasi dari internet dalam berbagai tampilan visual, audio, dan audiovisual
Hal ini membuat mahasiswa menjadi kaya
akan informasi atau sering disebut sebagai melek informasi, sehingga saat ini
tidak jarang ditemukan bahwa beberapa mahasiswa yang memiliki informasi yang
lebih kaya dibandingkan dengan tenaga pengajarnya.
5.
Meningkatnya daya saing PT serta Citra PT: Semakin lengkap TIK
dari sebuah perguruan tinggi maka perguruan tinggi tersebut akan maenjadi
perguruan tinggi yang diminati oleh para mahasiswa, tentu saja hal ini akan
membuat daya saing perguruan tinggi tersebut akan semakin tinggi pula. Demikian
pula citra yang dimiliki oleh Perguruan tinggi tersebut akan semakin lebih
bagus, karena kelengkapan dibidang sarana teknologi dan komunikasi merupakan
nilai tambah BAN-PT suatu perguruan tinggi .
Menurut Rosenberg (2001),
dengan berkembangnya penggunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) ada lima pergeseran dalam
proses pembelajaran yaitu:
(1) dari pelatihan ke
penampilan,
(2) dari ruang kelas ke “di
mana” dan “kapan saja”,
(3) dari kertas ke “on line”
atau saluran,
(4) dari fasilitas fisik ke
fasilitas jaringan kerja, dan
(5) dari waktu siklus ke waktu
nyata.
Dengan munculnya TIK, profesi
guru berkembang dari teacher-centered atau lecture-based instruction
menjadi students-centered dengan memanfaatkan lingkungan pembelajaran
yang interaktif—sebagaimana dalam teori konstruktivisme. Program desain dan
implementasi TIK yang sukses menjadikan guru berperan sebagai mediator, fasilitator,
dan motivator pembelajaran merupakan kunci fundamental dari reformasi
pendidikan yang sangat cepat. Demikian disebutkan dalam pengantar buku Information
and Communication Technologies in Teachers Education yang diedit oleh Paul
Resta, 2002.
Kemajuan TIK telah memungkinkan
masyarakat secara luas, walaupun belum semua, memperoleh dengan cepat berbagai
jenis informasi yang bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan
keterampilan. Keadaan demikian membuat sekolah sebagai lembaga pendidikan
formal tidak lagi mendominasi peran sebagai tempat dan sumber belajar. Tetapi meskipun demikian,
masih banyak masyarakat yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya pada lembaga
pendidikan yang secara terus menerus melakukan pembenahan dalam bidang
kurikulum, metodologi belajar yang membelajarkan, sarana dan prasarana
pendidikan, tak terkecuali Teknologi Informasi dan Komunikasi. Di samping
menggunakan berbagai pendekatan belajar yang membelajarkan sesuai dengan
kemajuan ilmu pedagogi, pengintegrasian TIK ke dalam proses
belajar-membelajarkan merupakan salah satu usaha yang dilakukan banyak perguruan
tinggi untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar yang membelajarkan.
Demikian pesatnya perkembangan
TIK sehingga mengubah fungsi guru yang semula sebagai pengajar menjadi
pembelajar dengan tugas utama sebagai perencana, fasilitator, tutor, dan
motivator. Pertemuan tatap muka secara teratur dengan guru di tempat dan
waktu yang terjadwal dapat digantikan dengan menggunakan TIK melalui sistem
belajar jarak jauh (distance learning). Di sisi lain, belajar pun
menjadi lebih terbuka, tidak dibatasi lagi oleh usia, tempat, status sosial,
jenis kelamin, pekerjaan, waktu serta cara belajar setiap orang (open
learning). Dengan perkataan lain, tidak ada diskriminasi dalam belajar dan
orang dapat belajar sesuai dengan kemampuan intelektual dan fisiknya. Di
samping itu, setiap orang dapat menggunakan berbagai sumber belajar sesuai
dengan kebutuhan dan gaya
belajarnya (flexibel learning).Sumber
Subscribe to:
Posts (Atom)
