Saturday, August 4, 2018

Tugas 1 ECP Memuji Teman

Bapak Burhan yang baik, saya kagum dengan sikap bapak kepada saya dan teman-teman sekelas. Hal itu terbukti pada saat bapak sering membantu saya dan teman-teman apabila ada kesulitan jika ada tugas atau materi kuliah. Saya yakin ke depan bapak menjadi seorang guru yang berpengaruh dan disegani oleh banyak orang.

Sunday, October 25, 2015

Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi


Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi
Oleh: Lamhot Naibaho
Saat ini peningkatan kualitas pendidikan merupakan isu yang sangat penting di perguruan tinggi, oleh karena itu hampir semua perguruan tinggi sedang marak-maraknya melakukan peningkatan kualitas perguruan masing-masing. Adapun langkah yang ditempuh adalah dengan pengembangan system teknologi informasi dan komunikasi di perguruan tinggi masing-masing.
Ada beberapa perkembangan dalam pendayagunaan TIK dibidang pendidikan. Diantaranya adalah; (1) Transforming, dimana TIK sebagai katalis reformasi/evolusi pendidikan untuk membangun mahasiswa perguruan tinggi sebagai bagian dari masyarakat yang berbasis pengetahuan. Artinya dengan kahadiran TIK di bidang pendidikan maka terjadi perubahan yang cepat kearah yang lebih baik dalam proses pembangunan masyarakat yang berdasarkan pada pengetahuan. (2). Integrating, dalam perkembangan ini, mahasiwa perguruan tinggi yang berbasis pengetahuan tadi menjadi active user of ICT atau pengguna TIK yang aktif dalam belajar untuk memperoleh pengetahuan itu. (3) Applying, dalam perkembangan ini mahasiswa perguruan  yang masih kurang paham dalam penggunaan TIK harus berlatih atau dilatih dalam penggunaan TIK tersebut. (4) Emerging, dalam perkemabangan ini mahasiswa perguruan tinggi menyadari pentingnya TIK dalam pendidikan, sehingga TIK tersebut merupakan needs dalam pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh mereka.
Tersedianya berbagai alat dan bentuk TIK yang semakin maju dewasa ini memudahkan perguruan tinggi memperoleh serta menyediakan berbagai informasi secara cepat, akurat, dan mutakhir. Walaupun tidak semuanya bermanfaat, apabila dipilih secara tepat, informasi itu dapat dijadikan salah satu sumber dalam mempelajari fakta, konsep, dan prosedur. Tersedianya perpustakaan elektronik on-line memungkinkan penjelajahan ke berbagai perpustakaan di dunia dan memperoleh informasi untuk berbagai keperluan belajar.
Dalam proses peningkatan kualitas pendidikan di tingkat perguruan tinggi, TIK mengambil peranan yang sangat penting, karena TIK dapat meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, TIK juga merupakan alat transformasi yang bila digunakan secara tepat, dapat mempromosikan pergeseran menuju lingkungan belajar yang berpusat.
Beberapa hal di bawah ini merupakan sumbangsih positif yang diberikan oleh pengadaan TIK di perguruan tinggi dalam proses peningkatan kualitas pendidikan. Diatanranya adalah sebagai berikut:
1.      TIK memotivasi mahasiswa untuk belajar: Perkemangan teknologi informasi seperti televise, video,  serta perangkat lunak komputer yang dapat menggabungkan suara, teks yang penuh warna, gambar bergerak dapat digunakan untuk menarik minat mahasiswa sehingga mahasiswa akan terlibat dalam proses pembelajaran dan telekolaborasi. Radio interaktif juga yang menggunakan efek suara, lagu, dramatisasi, sandiwara komik, dan konvensi kinerja lainnya dapat menarik minat mahasiswa untuk mendengarkan dan terlibat dalam pelajaran-pelajaran yang disampaikan. Lebih daripada jenis lainnya TIK, komputer jaringan dengan konektivitas internet dapat meningkatkan motivasi pelajar karena menggabungkan kekayaan media dan interaktifitas TIK lainnya dengan kesempatan untuk berhubungan dengan orang nyata dan untuk berpartisipasi dalam acara dunia nyata.
2.      Memfasilitasi penguasaan keterampilan dasar: Transmisi keterampilan dasar dan konsep yang merupakan dasar keterampilan yang lebih tinggi berpikir dan kreativitas dapat difasilitasi oleh TIK melalui latihan dan praktek. 
3.      Meningkatkan pelatihan guru: TIK telah juga telah digunakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelatihan guru. Misalnya, lembaga seperti Pelatihan Guru.
4.      Meningkatkan prestasi akademik mahasiswa: Seiring dengan perkembangan TIK diperguruan tinggi, mahasiswa bisa lebih gampang dalam mengakses segala informasi yang dibutuhkan yang berkaitan dengan apa yang sedang dipelajari. Bahkan akhir-akhir ini, telepon genggam memiliki berbagai kemampuan sehingga dapat dipergunakan untuk memperoleh informasi dari internet dalam berbagai tampilan visual, audio, dan audiovisual
Hal ini membuat mahasiswa menjadi kaya akan informasi atau sering disebut sebagai melek informasi, sehingga saat ini tidak jarang ditemukan bahwa beberapa mahasiswa yang memiliki informasi yang lebih kaya dibandingkan dengan tenaga pengajarnya.
5.      Meningkatnya daya saing PT serta Citra PT: Semakin lengkap TIK dari sebuah perguruan tinggi maka perguruan tinggi tersebut akan maenjadi perguruan tinggi yang diminati oleh para mahasiswa, tentu saja hal ini akan membuat daya saing perguruan tinggi tersebut akan semakin tinggi pula. Demikian pula citra yang dimiliki oleh Perguruan tinggi tersebut akan semakin lebih bagus, karena kelengkapan dibidang sarana teknologi dan komunikasi merupakan nilai tambah BAN-PT suatu perguruan tinggi .
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
(1) dari pelatihan ke penampilan,
(2) dari ruang kelas ke “di mana” dan “kapan saja”,
(3) dari kertas ke “on line” atau saluran,
(4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan
(5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Dengan munculnya TIK, profesi guru berkembang dari teacher-centered atau lecture-based instruction menjadi students-centered dengan memanfaatkan lingkungan pembelajaran yang interaktif—sebagaimana dalam teori konstruktivisme. Program desain dan implementasi TIK yang sukses menjadikan guru berperan sebagai mediator, fasilitator, dan motivator pembelajaran merupakan kunci fundamental dari reformasi pendidikan yang sangat cepat. Demikian disebutkan dalam pengantar buku Information and Communication Technologies in Teachers Education yang diedit oleh Paul Resta, 2002.
Kemajuan TIK telah memungkinkan masyarakat secara luas, walaupun belum semua, memperoleh dengan cepat berbagai jenis informasi yang bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan. Keadaan demikian membuat sekolah sebagai lembaga pendidikan formal tidak lagi mendominasi peran sebagai tempat dan sumber belajar. Tetapi meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya pada lembaga pendidikan yang secara terus menerus melakukan pembenahan dalam bidang kurikulum, metodologi belajar yang membelajarkan, sarana dan prasarana pendidikan, tak terkecuali Teknologi Informasi dan Komunikasi. Di samping menggunakan berbagai pendekatan belajar yang membelajarkan sesuai dengan kemajuan ilmu pedagogi, pengintegrasian TIK ke dalam proses belajar-membelajarkan merupakan salah satu usaha yang dilakukan banyak perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar yang membelajarkan.
Demikian pesatnya perkembangan TIK sehingga mengubah fungsi guru yang semula sebagai pengajar menjadi pembelajar dengan tugas utama sebagai perencana, fasilitator, tutor, dan motivator. Pertemuan tatap muka secara teratur dengan guru di tempat dan waktu yang terjadwal dapat digantikan dengan menggunakan TIK melalui sistem belajar jarak jauh (distance learning). Di sisi lain, belajar pun menjadi lebih terbuka, tidak dibatasi lagi oleh usia, tempat, status sosial, jenis kelamin, pekerjaan, waktu serta cara belajar setiap orang (open learning). Dengan perkataan lain, tidak ada diskriminasi dalam belajar dan orang dapat belajar sesuai dengan kemampuan intelektual dan fisiknya. Di samping itu, setiap orang dapat menggunakan berbagai sumber belajar sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajarnya (flexibel learning).
  
Sumber